Minggu, 02 September 2018 4 komentar

Aksi Kebersamaan Karyawan Galang Bantuan Bantu Korban Lombok

AKSI kebersamaan karyawan GGF Perduli Lombok menggelar penggalangan dana untuk para korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) patut diapresiasi. Penggalangan dana yang digelar selama dua pekan, terkumpul dana Rp 43 juta. 

Senior Manager GGF Arief Fatulloh mengatakan, aksi ini sebagai bentuk nyata GGF perduli terhadap sesama dengan bencana alam yang dialami di Lombok dan semoga dapat bermanfaat bagi penerima korban bencana gempa Lombok.

Pengumpulan donasi digagas oleh Community Relation GGF yang terdiri dari karyawan, Yayasan Keluarga Muslim GGF dan Majelis Ta'lim Perumahan karyawan GGF. Kegiatan sosial pengumpulan dana merupakan kegiatan rutin yang digelar Community Relation GGF, hal ini selain sebagai bentuk kepedulian juga kebersamaan dalam menyisihkan rezeki membantu sesama bagi yang membutuhkan. 

Arief melanjutkan, selain gempa Lombok saat bencana di Merapi, Aceh dan Bengkulu GGF juga turut memberikan bantuan sesuai kondisi dan kebutuhan para korban.

Dalam penyaluran donasi untuk korban Gempa Lombok, GGF berkerjasama dengan Forum CSR Lampung (FCL) dan rencana penyaluran akan dilakukan Senin mendatang. 

Pengurus Forum CSR Lampung Mawardi mengatakan, FCL bertugas menyalurkan bantuan untuk para korban gempa di Lombok dari berbagai perusahaan. Pendistribusian tidak hanya sekedar uang tunai, tetapi juga ada kebutuhan pakaian, makanan hingga berbagai peralatan yang dibutuhkan sesuai kebutuhan korban gempa Lombok. 

Bahkan, sebelumnya ada sejumlah dokter muda yang bantu dibidang kesehatan dan penanggulangan trauma untuk anak - anak korban gempa Lombok.

Selanjutnya dari Ketua Forum CSR Lampung Saptarini turut mengapresiasi atas kegiatan yang telah digelar GGF. Ia mengatakan, Saat perusahaan menjalankan tanggungjawab sosialnya secara berkesinambungan, kebaikan ini juga menjadi budaya diantara para karyawan.  

"Yang mana feedbacknya kepedulian terhadap masalah-masalah keberlanjutan, termasuk aspek sosial, juga merasuk diantara para karyawan. hal ini ditunjukkan oleh karyawan GGF  yang bahu membahu mengumpulkan  bantuan untuk membantu korban bencana Lombok melalui Forum CSR Lampung, aksi serupa sebelumnya juga dilakukan oleh karyawan Central Pertiwi Bahari (CPB),  Penamart dan Yayasan Langit Sapta (YLS)." (tim)

Jumat, 24 Agustus 2018 0 komentar

Trauma Healing Korban Gempa Lombok

Trauma Healing di Desa Sesait oleh para dokter alumni UPH dan Universitas Islam Al-Azhar Mataram di Lombok bersama FCL dan Penamart Lampung

Kamis, 23 Agustus 2018 2 komentar

FCL Berikan Bantuan Korban Gempa Lombok

SEBAGAI salah satu langkah kepedulian Forum CSR Lampung (FCL) memberikan bantuan kepada korban gempa Lombok. Dalam proses pendistribusian FCL bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang datang langsung ke lokasi gempa. 

Ketua Forum CSR Lampung Saptarini mengatakan, bantuan berasal dari beberapa anggota FCL antara lain PT Nestle Indonesia Pabrik Panjang, Penamart, PT Central Pertiwi Bahari dan Deony yang ikut berpartisipasi memberikan bantuan kepada program gempa di Lombok. 

"Dari informasi yang didapat bantuan sudah sampai di lombok dan sudah disalurkan langsung BNPB,"ujar Saptarini.

Ia berharap, semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan sedikit dapat meringankan beban akibat terjadinya gempa. Pada pemberian bantuan korban lombok, anggota FCL memberikan beberapa kebutuhan sehari - hari hingga peralatan sekolah untuk anak - anak korban gempa. (tim)


Rabu, 22 Agustus 2018 1 komentar

BPJS Kesehatan Gandeng Korlantas dalam Pemanfaatan Data Online Lakalantas

DALAM upaya meningkatkan pelayanan khususnya pelayanan administratif kepada Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada kasus kecelakaan lalu lintas, BPJS Kesehatan bekerjasama dengan Kepolisian RI dalam hal ini Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas) dalam hal pemanfaatan data online kasus kecelakaan lalu lintas.

Pemanfaatan data ini diharapkan akan mempercepat proses administrasi penjaminan pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS.

Adapun ruang lingkup dari perjanjian kerjasama ini adalah pemanfaatan data kecelakaan lalu lintas online dan sosialisasi Program JKN-KIS.

“Tujuan Perjanjian ini adalah meningkatkan keakuratan data kecelakaan lalu lintas dan mempercepat proses administrasi pada kejadian kecelakaan lalu lintas khususnya bagi peserta JKN-KIS,” ujar Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya A Rusady saat Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan Kepolisian RI dalam hal ini Korlantas tentang Pemanfaatan Data Online Kecelakaan Lalu Lintas Bagi Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat, di Jakarta (21/08).

Maya menjelaskan, Korlantas akan memberikan akses pada sistem online untuk data elektronik kecelakaan lalu lintas termasuk data Laporan Polisi. 

Korlantas juga akan menerima pengaduan yang diduga kecelakaan lalu lintas tunggal dan/atau kecelakaan lalu lintas lainnya dari masyarakat maupun dari BPJS Kesehatan dan menerbitkan Laporan Polisi yang merupakan salah satu syarat penjaminan bagi layanan Program JKN-KIS.

Dalam perjanjian kerjasama ini, Korlantas juga siap mendukung sosialisasi Program JKN-KIS khususnya terkait dengan sosialisasi mengenai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Bagi Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara dan Setiap Orang Selain Pemberi Kerja, Pekerja dan Penerima Bantuan Iuran dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial, serta peraturan pelaksanaan lainnya terkait dengan penyelenggaraan Program JKN-KIS.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Royke Lumowa mengungkapkan apresiasinya terhadap sinergi ini. Antar sesama instansi yang melayani masyarakat, tentu fokus utama adalah memberikan kemudahan pada pelayanan publik. 

Namun Royke mengingatkan agar masyarakat juga harus tertib dan taat prosedur apabila mengalami kecelakaan lalu lintas, jangan ragu ataupun takut melapor kepada pihak Kepolisian sehingga dapat diterbitkan Laporan Polisi yang dapat dipergunakan untuk penjaminan kesehatan.

“Saat ini jumlah angka kecelakaan di seluruh Indonesia mencapai 2000-an kasus per hari. Tentu mereka yang mengalami kecelakaan sebagian besar membutuhkan pelayanan kesehatan yang cepat dan pasti. Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas untuk segera melapor, membuat Laporan Polisi, sehingga akan mendapatkan manfaat atau hak yang dilindungi negara baik itu jaminan kesehatan maupun jaminan kecelakaan lalu lintas yang ditanggung oleh Jasa Raharja,” jelas Royke.

Sampai dengan 10 Agustus 2018, tercatat sebanyak 200.734.182 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta program JKN-KIS.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan kesehatan telah bekerja sama dengan 22.390 FKTP yang terdiri atas 9.884 Puskesmas, 5.058 Dokter Praktik Perorangan, 5.544 Klinik Non Rawat Inap, 676 Klinik Rawat Inap, 21 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 Dokter Gigi. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.424 RS dan Klinik Utama, 1.579 Apotik, dan 1.080 Optik. (Tim)

Kamis, 02 Agustus 2018 0 komentar

Belajar dari Mangunan Bantul

YOGYAKARTA - Destinasi wisata Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta merupakan salah satu destinasi yang dikunjungi oleh tim TP4K, KWT dan Pengelola HKM Lampung yang difasilitasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, selain peternakan ayam jawa super dan itik.

Perjalanan akhir Juli 2018 lalu memberikan kesan mendalam dan pembelajaran tentang pelestarian alam yang menghasilkan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berimbang.

Destinasi wisata yang berlokasi di Dusun Sukareme, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul Yogyakarta tersebut, awalnya merupakan daerah tandus tanah kering yang oleh Dinas Kehutanan Bantul diubah jadi kawasan hutan pinus dengan ditanami mahoni, akasia, kemiri dan kayu putih. Tetapi masih jadi kendala karena masalah pengawasan, sehingga pemanfaatannya kurang maksimal.

Sebagai solusinya pemerintah menggandeng masyarakat dalam pengelolaannya. Untuk memaksimalkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga pelestarian hutan, penduduk setempat diberi kesempatan untuk membuat area menjadi kawasan wisata dengan tetap mentaati ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Area hutan seluas 29 Ha itu kemudian dikelola swadaya oleh 9 kelompok masyarakat yang setiap kelompok rata-rata beranggotakan 50 sampai dengan 60 warga.

Songgo Langit misalnya, dimanfaatkan oleh kelompok dengan anggota 50 orang. Pada awalnya anggota masing-masing iuran Rp 350 ribu/orang. Setelah 2 tahun masyarakat sudah menerima pengembalian modal mereka.

Dengan harga tiket masuk yg hanya 2500 per orang, kawasan Wisata Seribu Batu Songgo Langit, Pinusan dan sekitarnya mampu menyedot banysk kunjungan wisatawan. Bukan saja hutan tetap terjaga lestari tanpa penebangan liar, tolok ukur keberhasilan juga terlihat dari penghasilan satu tahun bisa mencapai Rp 4-6 miliar. Perolejan itu 25% menjadi PAD pemerintah, 5% koperasi dan 70% ke masyarakat termasuk untuk perawatan dan pengembangan objek wisata. Selain itu masyarakat juga mendapat penghasilan tambahan dengan bekerja atau berjualan disana dan mendapat tabungan dari koperasi yang didirikan.

Saat ini mereka bisa mendapat tambahan penghasilan Rp 50 ribu/hari dengan menjaga pintu masuk atau kebersihan. Itu diluar usaha warung atau berjualan di kawasan dan hanya anggota kelompok yang boleh berjualan disana.

Destinasi Wisata Hutan Pinus Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta dapat menjadi peluang untuk bisa diterapkan di Lampung. Luas hutan pinus di Yogyakarta hanya 19.100 hektar dengan 42 kelompok masyarakat,  sementara Lampung memiliki 1.004.735 hektar.

Dari total luas hutan yang dikuasai DIY, 4000 diantaranya merupakan tanaman kayu putih dari seluas itu diperoleh hasil dari minyak kayu putih sebesar Rp 8 - 9 miliar per tahun. Jika dilihat dari total luas hutan Jogja, tentu Lampung memiliki peluang yang lebih besar. Selain luas hutan yang lebih luas, keindahan alam yang dimiliki juga bisa sebagai potensi yang besar jika dikelola dengan serius dan komitmen kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sekitar, apalagi jika diiringi kiprah CSR perusahaan dan pendampingan akademisi. Tentu hasilnya akan wow. (tim)

Kamis, 19 Juli 2018 0 komentar

Bekraf Dorong Pertumbuhan Programmer Lampung

BADAN Ekonomi Kreatif (BEKRAF) bekerjasama dengan PT Kolaborasi Ide Kreatif (Kolla Space) menyelenggarakan Coding Mum di Rumah Kreatif BUMN Lampung, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung yang dikelola oleh PT PLN (Persero).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan jumlah programmer yang ada di Indonesia khususnya di Bandar Lampung.

Banyaknya jumlah ibu rumah tangga berpendidikan tinggi namun harus mengurus anak di rumah menjadi isu yang menarik perhatian BEKRAF karena dianggap memiliki potensi yang bisa dikembangkan.

Melalui kegiatan ini BEKRAF berusaha untuk memfasilitasi ibu rumah tangga untuk mengerti dan memahami konsep pemrograman awal terutama untuk
web aplikasi.

“Dengan adanya pelatihan coding ini diharapkan bisa menggali potensi ibu rumah tangga yang tertarik untuk memanfaatkan teknologi dan informasi sehingga bisa memperoleh penghasilan tambahan walaupun tetap berada di rumah,“ ucap Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF, Abdur Rohim Boy Berawi saat acara penutupan Coding Mum, Rabu (18/7).

Boy menambahkan, kegiatan yang mulai dilaksanakan pada 2016, telah dianggap sukses dan telah meluluskan hampir 400 orang peserta. Kesuksesan coding mum di tahun-tahun sebelumnya memicu BEKRAF untuk membuat program ini tidak hanya diperuntukkan bagi ibu-ibu rumah tangga tetapi juga para buruh migran di luar negeri serta penyandang disabilitas.

Coding Mum juga merupakan bagian dari skenario besar yang dilakukan BEKRAF dalam rangka mencapai sasaran strategis dalam upaya menyerap tenaga kerja sektor ekonomi kreatif sehingga mampu mencapai target tujuh belas juta orang pelaku ekonomi kreatif di tahun 2019 mendatang.

Berdasarkan peta okupasi nasional di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang teknologi informasi masih belum

terpenuhi dalam semua lini kategori. Oleh karena itu, masih terjadi ketimpangan yang cukup signifikan antara kebutuhan bisnis dan tenaga kerjanya.

Dengan adanya pelatihan programmer ini diharapkan semakin mempercepat efek bola salju sebagai sebuah gerakan nasional untuk mengatasi kurangnya tenaga programmer di Indonesia dan meningkatkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong pertumbuhan usaha di sektor ekonomi kreatif.

Berbeda dengan kegiatan pembelajaran coding pada umumnya, penyampaian materi dalam kegiatan Coding Mum disajikan secara menarik dengan menggunakan kosakata yang lebih sederhana dan beberapa perumpamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sehingga peserta yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga bisa lebih
mudah mencerna setiap penjelasan dan arahan dari pembimbing.

Di akhir pelatihan, BEKRAF memberikan sertifikat kelulusan pada ibu rumah tangga peserta Coding Mum yang telah berhasil mengaplikasikan kemampuan coding secara mandiri.

Peserta Coding Mum yang telah lulus dan tersertifikasi bisa memanfaatkan kemampuan yang diperoleh untuk mengembangkan kegiatan bisnis di sektor ekonomi misalnya bidang kuliner, fesyen, kriya dan lainnya. Selain itu, mereka juga bisa mengisi kekurangan tenaga kerja programmer di sektor ekonomi khususnya sektor ekonomi kreatif.

Selain Lampung, kegiatan Coding Mum 2018 juga diselenggarakan di beberapa kota lainnya yaitu, Surabaya, Samarinda, Batam, Manado, Sorong, Pontianak, Lampung dan Palembang.

Sedangkan di luar negeri, kegiatan ini akan diselenggarakan di Kuala
Lumpur, Singapore, Bandar Sri Begawan, Hongkong, Shanghai dan Seoul. (rlo/ynk)

Senin, 11 Juni 2018 0 komentar

Talkshow Kenal Lebih Dekat Calon Gubernur Lampung








KALANGAN akademisi mengapresiasi para tiga Calon Gubernur Lampung yang hadir menjadi pembicara dalam acara Talkshow bertemakan Mengenal Lebih Dekat Calon Gubernur Lampung, di Ballroom Novotel Lampung, Sabtu (9/6).

Kegiatan yang dihelat KPU Provinsi Lampung, berhasil melahirkan berbagai ide unik dari berbagai pertanyaan ringan yang dilontarkan moderator Dr. V. Saptarini, SH. MM yang juga merupakan 
Arbiter BANI,  akademisi dan Ketua Study CSR UBL.

Seperti yang diungkapkan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Lampung  Prof. Dr. Muhammad Akib, S.H., M.Hum. mengatakan, "Dari kegiatan Talkshow yang digelar KPU, kali ini cukup berhasil melahirkan berbagai ide unik dari para paselon,"ujar Profesor Akib.

Mulai dari pertanyaan dengan kata kunci Menghijaukan Lampung Dalam Satu Hari? Beragam jawaban kreatif diberikan para paselon.  Mulai dari Cagub Ridho Ficardo yang memberikan ide untuk biasakan matikan lampu selama satu jam setiap hari.

Selain menciptakan kebisaan hemat energi, perlunya mengembangkan ruang terbuka hijau juga menjadi komponen penting untuk dapat Menghijaukan Lampung.

Selanjutnya dari Cagub Herman HN yang menyatakan, Gerakan menghijaukan Lampung dalam satu hari tidak bisa langsung terwujud karena harus dilakukan secara sistematis dan bertahap.

Terakhir, dari Cagub Arinal Djunaidi menjawab konsep menghijaukan Lampung tidak diartikan hanya sekedar warna hijau, tapi intinya adalah ramah lingkungan. Dengan ide yang diberikan, setiap anak yang lulus sekolah wajib menanam satu pohon. Bayangkan berapa anak yang lulus dan berapa pohon yang akan bertambah setiap tahunnya. Belum lagi dengan hijaunya pertanian dari petani yang bisa memberikan dampak lebih besar.

Dalam menanggapi obrolan para cagub Prof Akib mengatakan, Intinya bahwa sesuai dengan teori pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang kemudian diimplementasikan menjadi Sustainable Development Goals (SDGs) bahwa dalam pembangunan harus ada keseimbangan antara tujuan ekonomi, sosial dan lingkungan.

"Peningkatan kesejahteraan tidak boleh mengabaikan atau bahkan membuat lingkungan rusak atau tercemar. Tujuan mulia ini selain sudah menjadi kesepakatan global juga sudah diadopsi secara nasional melalui berbagai perturan perundang-undangan,"jelasnya.

Mulai dari peraturan perundang-undangan nasional, misalnya UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Penataan Ruang, berbagai UU di bidang SDA, PP tentang Perizinan Lingkungan, PP tentang B3 dan terakhir Perpres No. 59 Tahun 2017 maupun produk hukum daerah (Perda LH, Perda DAS, Pergub/Perbub/Perwali).

Kata kunci untuk mewujudkan hal tersebut setidaknya ada 3 hal, Pertama konsistensi dan harmonisasi kebijakan di daerah yang mendukung hal tersebut. Kedua kerja sama antardaerah kab/kota terutama daerah dari hulu hingga hilir, Provinsi dalam hal ini memegang peran sentral untuk pelaksanannya.

Ketiga penegakan hukum baik yang bersifat administratif oleh Pemda maupun represif oleh peradilan. Namun juga perlu dipikirkan langkah untuk mengapresiasi pihak yang telah ikut mendukung pelestarian di atas ketentuan normatif yang diisyaratkan peraturan perundangan.

"Jika dilihat dari dinamika perjalanan hidup dan pengalaman para cagub, saya yakin semuanya memiliki kapabilitas untuk itu. Kita tunggu kemauan dan komitmen mereka sebagai tumpuan masa depan masyarakat lampung,"harapnya. (Tim)
Rabu, 06 Juni 2018 0 komentar

PLN Berbagi Keberkahan Ramadhan









BERBAGI keberkahan Ramadhan, PT PLN (Persero) Distribusi Lampung melalui PLN Peduli dan Yayasan Baitul Ma’al (YBM) memberikan santunan kepada Anak Yatim, Dhuafa, dan Guru Ngaji yang tersebar di Provinsi Lampung, Rabu (6/6).

PLN Berbagi Keberkahan Ramadhan merupakan program Bina Lingkungan yang dilaksanakan serentak oleh seluruh unit Wilayah dan Distribusi PLN di Indonesia.

“Program Berbagi Keberkahan Ramadhan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Ini sebagai tanda syukur kami atas apa yang telah kami capai dan sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat”, ujar Julita Indah selaku General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Lampung, Rabu (6/6).

Dengan total 2000 anak dan bantuan sebesar Rp 1 Miliyar, PLN memberikan santunan serta bantuan kepada yayasan panti asuhan di seluruh Indonesia. Untuk Provinsi Lampung, PLN Distribusi Lampung menyalurkan bantuan tersebut kepada 100 anak yatim Yayasan Al Karomah Bathiniyyah dengan total bantuan sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

Berkolaborasi dengan PLN Peduli, YBM turut memberikan santunan kepada 100 anak yatim, 20 guru ngaji, sembako kepada 150 kaum dhuafa, dan bantuan kepada 5 yayasan. Sehingga, total nominal yang disalurkan sebesar Rp 177.500.000.

Pada kesempatan yang sama, PLN Distribusi Lampung mengadakan buka bersama anak yatim & dhuafa dengan turut mengundang stakeholder PLN. Dalam hal ini, selama bulan Ramadhan, PLN akan memperkuat ikatan persaudaraan dengan stakeholder PLN di Provinsi Lampung dan meningkatkan kepedulian melalui pemberian santunan. Diharapkan, melalui program ini dapat membantu menangani masalah kemiskan yang ada di Indonesia.

Selanjutnya, Untuk kemudahan informasi dan layanan silakan menghubungi Contact Center di telepon (021) 123, website www.pln.co.id, email pln123@pln.co.id, Facebook PLN 123, dan Twitter @PLN_123. Informasi jadwal pengurangan beban dapat dilihat di www.pln.co.id/lampung dalam info pemeliharaan. (tim)
0 komentar

Cara Penamart Rayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Selasa, 05 Juni 2018 0 komentar

Telkom Witel Lampung Kembali Helat Mudik Gratis

DALAM semarakan bulan suci Ramadan dan mempersiapkan lebaran Idul Fitri 2018,  PT Telkom Witel Lampung membagikan sembako kepada para petugas pemungut sampah, panti asuhan yatim piatu dan warga-warga kurang mampu di Bandar Lampung dengan total sebanyak 100 bungkus sembako.

Kegiatan ini dilakukan langsung oleh jajaran karyawan Telkom Witel Lampung sebagai langkah berbagai keberkahan bersama dengan warga sekitar.

Selain menggelar kegiatan sosial,  PT Telkom Witel Lampung kembali mengajak Sobat Telkom untuk bisa ikut berpartisipasi kembali dalam kegiatan Mudik Telkomgroup 2018. 

Dalam menyambut mudik Lebaran 2018, Telkom Indonesia menggelar program mudik gratis dengan menyediakan 3.816 kursi. Khusus untuk Telkom Lampung menyediakan 200 kursi. Program mudik gratis ini akan diberangkatkan 10 Juni 2018.

GM Telkom Lampung MH.Hamdani menyampaikan bahwa Program Mudik Gratis ini bertujuan untuk mengalihkan pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor ke moda transportasi yang lebih nyaman dan aman, sekaligus menjadi upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dijalan.

Rute yang disediakan adalah ; Lampung-Baturaja-Muara Enim – Kayu Agung - Palembang lewat Jalan Lintas Tengah dan Lampung- Cilegon- Serang- Balaraja, Kebon Jeruk dan Stop  Stasiun Gambir.

Bagi  masyarakat yang mengikuti program mudik gratis akan diangkut menggunakan bus pilihan eksekutif yang memiliki standar pelayanan minimal antara lain reclining seat, AC, Audio/Video dan wifi. Selain fasilitas kendaraan yang memadai Telkom juga menyediakan Asuransi perjalanan setiap peserta.

Masing-masing peserta mudik diperbolehkan mengajak sampai dengan 5 (lima) orang anggota keluarganya.

Cara mendaftar mudik gratis sangat mudah; cukup akses http://mudik.telkomgroup.id/
Atau langsung datang ke Plasa Telkom Jl.Majapahit Enggal Bandar Lampung
Bagi anda yang sudah mendaftar akan diberikan tiket sebagai peserta mudik. (Tim)

Jumat, 01 Juni 2018 1 komentar

Astra Grup Helat Pasar Murah Ramadan

ASTRA Grup Lampung kembali gelar pasar ramadan tahun ini yang berlokasi di Desa Sumber Agung, Bandarlampung, Sabtu (26/5).

Ketua Astra Grup Lampung Rudi Chandra Setya mengatakan, Kampung Berseri Astra sudah berlangsung satu tahun belakangan ini yang fokus diberbagai bidang mulai dari kesehatan, lingkungan dan perdagangan.

Untuk kegiatan dibulan ramadan yang diadakan secara serentak secara nasional ada 115 titik periode (26/5) - (10/6)  di 58 kabupaten kota, secara menyeluruh 29 provinsi.  Khusus di Provinsi Lampung ada 1000 paket yang dibagi menjadi 2 lokasi yaitu 500 paket ada di Desa Sumber Agung, dan 500 paket di Kotabumi, Lampung Utara.

"Bila di Desa Sumber Agung paket langsung dibagi pada masyarakat, tetapi di Kotabumi paket dibagi melalui pesantren," jelas Rudy.

Paket yang senilai Rp 100 ribu, dijual kepada masyarakat hanya sebesar Rp 50 ribu. Terdiri dari gula pasir 2 kg, minyak 2 liter, beras 2 kg, tepung terigu 1 kg dan sirup manis 1 botol. Satu kepala rumah 1 kupon, kupon serahkan pada Ketua RT dan RT yang bertugas membagi pada para warga setempat.

Kepala Cabang Asuransi Astra Ekki Primanda Ramadhan menambahkan, acara ini adalah bentuk kerjasama antara Astra dengan pemerintahan perdagangan, dalam menyambut bulan suci ramadan. Kegiatan ini merupakan Corporate Social Responsibility yang semata-mata hanya ingin berbagi.

Lanjut Ekki, dipilihnya mengadakan di Desa Sumber Agung, itu karena dalam wujud perhatian perusahaan yang tergabung dalam Astra Grup.

"Desa Sumber Agung, Desa yang cukup memiliki potensi tetapi kurangnya perhatian," ungkapnya.

Selain itu pihaknya akan memberikan Pembinaan untuk masyarakat sedemikian rupa, suyapa desa Sumber Agung menjadi desa yang mandiri.

Ekki menambahkan, Astra mengadakan Satu Indonesia Awards (SIA) merupakan apresiasi Astra untuk anak bangsa, baik untuk individu atau kelompok yg memiliki kepeloporan dan idealisme untuk berbagi dengan sesama

Astra mencari pemuda/i yg memiliki semangat yang sejalan dgn Astra, senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat luas di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan/UMKM dan Teknologi tepat guna

Syarat kandidat penerima SIA 201 ialah, Usia maks 35 tahun, Individu/kelompok (min 3 org), Kegiatan harus orisinil, Kegiatan tlh berlangsung minimal 1 thn dan belum pernah menerima award secara nasional/internasional, Bukan karyawan Astra & Tempo Media group.

Info selengkapnya & pendaftaran silahkan melalui website www.satuindonesia.com atau  proses pendaftaran, hubungi panpel (Tempo) di hotline 0812-9000-3314 atau email, submit.satuindonesia@gmail.com, dan info.satuindonesia@tempo.co.id. (tim)

 
;