SETIAP orang yang menyenangi sesuatu tentu saja ada sebabnya. Demikian juga dengan penyelesaian sengketa melalui Arbitrase. Rupanya, Arbitrase makin disenangi pelaku bisnis, karena memiliki kelebihan.
Sumber : Buananews.com - Jakarta
#Karena Bumi Kita Satu dan Kita Satu Bumi
SEBANYAK 50 orang telah mengikuti Uji Kompetensi Arbiter yang diselenggarakan Institute Arbiter Indinesia (IARBI) di Hotel Veranda Pakubuwono, Jakarta Rabu 5 September 2018.
Peserta ujian berasal dari LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) baik pengurus pusat maupun daerah dari seluruh Indonesia.
Pengurus Pusat LPJK yang ikut ujian antara lain, Dr.Ir. Jhon P. Pantouw, MS dan Hedrik E.Purnomo, SH, MH, ACIArb.
Ujian ini dimaksudkan untuk menentukan agar pelaku usaha jasa konstruksi memahami proses penyelesaian sengketa jasa konstruksi melalui mekanisme arbitrase. Selain itu tentu juga tidak tertutup kemungkinan nantinya mereka yang lulus uji kompetensi ini kelak menjadi arbiter-arbiter di bidang konstruksi.
Pemahaman arbitrase bidang konstruksi ini sangat penting bagi LPJK maupun pelaku usaha jasa konstruksi karena ini bukan saja karna kontrak kontrak konstruksi kebanyakan sudah mencantumkan klausula arbitrase, tetapi juga karena ini pelaksanaan amanat UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang dalam pasal 88 UU Jasa Konstruksi disebutkan tahapan penyelesaian sengketa jasa Konstruksi melalui tahapan; mediasi, konsiliasi dan arbitrase.
Saat ini Indonesia yang sangat besar pasar infrastrukturnya dan memaksa semua organisasi pengusaha konstruksi dan semua pelaku usaha jasa konstruksi memahami tentang kontrak kontrak.
Konstruksi yang baik termasuk harus mengantisipasi kemungkinan jika terjadi sengketa bagaimana menyelesaikannya secara cepat dan tepat serta terhormat dengab tetap memperhatikan aspek keadilan dan kepastian hukum.
Pengawas Ujian, Bambang Hariyanto Arbiter BANI dan pengurus IARBI menjelaskan, untuk dapat mengikuti ujian kompetensi peserta harus terlebih dulu mengikuti pendidikan tingkat dasar arbitrase dan pendidikan tingkat lanjutan serta wajib pula membuat karya tulis dibidang arbitrase.
Materi ujian terdiri dari Teori Arbitrase selama 120 menit dan Praktik Arbitrase, merumuskan putusan lengkap arbitrase selama 180 menit. Peserta yang lulus akan diberikan Sertifikat Kompetensi dan berhak untuk menjadi anggota IARBI.
“Hasilnya nanti peserta dinyatakan lulus atau tidak. Bagi yang tidak lulus dapat mengikuti ujian gelombang berikutnya,” ujar Bambang Hariyanto.
Pelaksanaan ujian juga dihadiri Ketua Iarbi, Agus G. Kartasasmita dan beberapa pengurus Iarbi/arbiter BANI. Bertindak selaku pengawas ujian antara lain, Bambang Hariyanto, Ahmad Rizal, V. Saptarini dan Arief Sampurno. (*)
Sumber : buananews.com Jakarta
ASOSIASI Kelompok Wanita Tani yang berlokasi di Punggur Lampung Tengah, telah berhasil menciptakan kemandirian ekonomi berbasis hasil bumi berupa pertanian dan peternakan desa.
Asosiasi yang dibentuk sejak 27 Maret 2016 tersebut, berawal dari sebelumnya hanya sekedar usaha bersama menghindari ketergantungan masyarakat akan pinjaman terhadap rentenir atau lintah darat yang mana aturan setiap pinjaman dikenakan bunga 15-20% setiap bulan.
Ide pertama untuk membentuk usaha bersama berupa Kelompok Wanita Tani (KWT) tercetus dari Suparti yang saat ini menjadi Ketua Asosiasi Anggota KWT.
"Awalnya saya bingung melihat ibu - ibu yang pulang dari sawah hanya bengong dibawah pohon setiap hari," ujar Suparti yang juga berprofesi sebagai petani tersebut.
Lanjutnya, ia mencoba berkomunikasi dengan ibu - ibu tersebut untuk membentuk usaha bersama atau KWT dengan tujuan selain bisa menambah kegiatan juga untuk menghindari pinjaman dari rentenir. Akhirnya awal mula terbentuklah KWT pertama yang dinamai KWT Sekar Kantil pada 2008, dengan 42 anggota.
Meski awalnya tidak mudah, tetap menjaga semangat ibu - ibu untuk tetap hadir pada pertemuan KWT setiap bulannya, tetapi berbagai cara tetap dilakukan salah satunya dengan sistem jemput bola yaitu datangi rumahnya satu per satu.
Selanjutnya, berjalannya waktu semakin banyak kegiatan yang digelar. Meski masih berbasis mandiri, KWT Sekar Kantil tetap semangat dengan mengundang guru untuk mengupas perkembangan ilmu pertanian hingga pengelolaan administrasi.
Setelah 5 tahun, KWT Sekar Kantil mulai diperhatikan pemerintah. Berbagai bantuan mulai mengalir, mulai dari bantuan pemekaran pekarangan dengan pemberian bibit jahe, temulawak dan rempah rempah lainnya. Dan, konsepnya dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat, maka dibuat idelah untuk dibuat produk instan layak jual. Seperti jahe instan ataupun temulawak instan.
Berkembangnya KWT Sekar Kantil, akhirnya menjadi rujukan bagi kecamatan lainnya yang ingin membentuk KWT. Dan, pada akhirnya dari pemerintah diarahkan kelembagaan ekonomi dengan dibentuknya Asosiasi Kelompok Wanita Tani. Awalnya ada 14 kecamatan yang bergabung, saat ini tahun 2018 sudah ada 22 kecamatan yang tergabung.
"Total anggota saat ini ada 22 kecamatan dari 122 KWT dan total 3160 anggota," ujar Suparti.
Bidang yang dikembangkan juga beragam, mulai dari peternakan, perikanan, pemanfaatan lahan pekarangan, home industri hingga koperasi simpan pinjam.
Banjir Berbagai Bantuan
MELIHAT potensi kemandirian ekonomi yang diciptakan Asosiasi Kelompok Wanita Tani, pada akhirnya memberikan feed back dari kerjakeras para anggotanya. Bantuan banyak diberikan guna mempermudah pengoprasian dari berbagai kegiatan Asosiasi.
Mulai dari bantuan Bank Indonesia berupa alat pengelolaan singkong dan gula aren ditahun 2017. Selanjutnya bantuan dari Dinas Sosial berupa uang senilai Rp 20 juta yang dibelikan 10 ekor kambing, yang sudah berkembang 2 kali lipat dan sudah menjadi sapi dengan nilai sekitar Rp 30 jutaan.
Kemudian, bantuan dari Dinas Pertambangan dan Energi ditahun 2017 dan 2018 sebanyak 213 titik biogas (2017 sebanyak 150 titik dan 2018 sebanyak 63 titik). Dengan adanya titik biogas tentu dapat meringankan beban masyarakat akan kebutuhan gas elpiji untuk kebutuhan sehari - hari.
"Tingkat efisiennya bisa irit 2 tabung gas setiap bulannya dari rata-rata konsumsi 3 tabung gas melon 3 kg setiap bulannya dengan adanya biogas,"jelas Suparti.
Ada lagi bantuan dari TP4K senilai Rp 19 juta yang dibuat sumur bor tersebar di 13 titik atau 13 KWT anggota Asosiasi. Kemudian ada juga bantuan dari Dinas Koperasi dan Perindustrian untuk 27 orang terpilih perwakilan masing - masing KWT tergantung dari bidang yang digeluti.
Dengan adanya berbagai bantuan yang diterima, tentunya semakin mendukung tujuan Asosiasi Kelompok Wanita Tani menciptakan perekonomian desa mandiri dengan selalu mengembangkan kreatifitas dengan jeli memanfaatkan peluang yang ada. (Tim )
AKSI kebersamaan karyawan GGF Perduli Lombok menggelar penggalangan dana untuk para korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) patut diapresiasi. Penggalangan dana yang digelar selama dua pekan, terkumpul dana Rp 43 juta.
Senior Manager GGF Arief Fatulloh mengatakan, aksi ini sebagai bentuk nyata GGF perduli terhadap sesama dengan bencana alam yang dialami di Lombok dan semoga dapat bermanfaat bagi penerima korban bencana gempa Lombok.
Pengumpulan donasi digagas oleh Community Relation GGF yang terdiri dari karyawan, Yayasan Keluarga Muslim GGF dan Majelis Ta'lim Perumahan karyawan GGF. Kegiatan sosial pengumpulan dana merupakan kegiatan rutin yang digelar Community Relation GGF, hal ini selain sebagai bentuk kepedulian juga kebersamaan dalam menyisihkan rezeki membantu sesama bagi yang membutuhkan.
Arief melanjutkan, selain gempa Lombok saat bencana di Merapi, Aceh dan Bengkulu GGF juga turut memberikan bantuan sesuai kondisi dan kebutuhan para korban.
Dalam penyaluran donasi untuk korban Gempa Lombok, GGF berkerjasama dengan Forum CSR Lampung (FCL) dan rencana penyaluran akan dilakukan Senin mendatang.
Pengurus Forum CSR Lampung Mawardi mengatakan, FCL bertugas menyalurkan bantuan untuk para korban gempa di Lombok dari berbagai perusahaan. Pendistribusian tidak hanya sekedar uang tunai, tetapi juga ada kebutuhan pakaian, makanan hingga berbagai peralatan yang dibutuhkan sesuai kebutuhan korban gempa Lombok.
Bahkan, sebelumnya ada sejumlah dokter muda yang bantu dibidang kesehatan dan penanggulangan trauma untuk anak - anak korban gempa Lombok.
Selanjutnya dari Ketua Forum CSR Lampung Saptarini turut mengapresiasi atas kegiatan yang telah digelar GGF. Ia mengatakan, Saat perusahaan menjalankan tanggungjawab sosialnya secara berkesinambungan, kebaikan ini juga menjadi budaya diantara para karyawan.
"Yang mana feedbacknya kepedulian terhadap masalah-masalah keberlanjutan, termasuk aspek sosial, juga merasuk diantara para karyawan. hal ini ditunjukkan oleh karyawan GGF yang bahu membahu mengumpulkan bantuan untuk membantu korban bencana Lombok melalui Forum CSR Lampung, aksi serupa sebelumnya juga dilakukan oleh karyawan Central Pertiwi Bahari (CPB), Penamart dan Yayasan Langit Sapta (YLS)." (tim)
SEBAGAI salah satu langkah kepedulian Forum CSR Lampung (FCL) memberikan bantuan kepada korban gempa Lombok. Dalam proses pendistribusian FCL bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang datang langsung ke lokasi gempa.
Ketua Forum CSR Lampung Saptarini mengatakan, bantuan berasal dari beberapa anggota FCL antara lain PT Nestle Indonesia Pabrik Panjang, Penamart, PT Central Pertiwi Bahari dan Deony yang ikut berpartisipasi memberikan bantuan kepada program gempa di Lombok.
"Dari informasi yang didapat bantuan sudah sampai di lombok dan sudah disalurkan langsung BNPB,"ujar Saptarini.
Ia berharap, semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan sedikit dapat meringankan beban akibat terjadinya gempa. Pada pemberian bantuan korban lombok, anggota FCL memberikan beberapa kebutuhan sehari - hari hingga peralatan sekolah untuk anak - anak korban gempa. (tim)
DALAM upaya meningkatkan pelayanan khususnya pelayanan administratif kepada Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada kasus kecelakaan lalu lintas, BPJS Kesehatan bekerjasama dengan Kepolisian RI dalam hal ini Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas) dalam hal pemanfaatan data online kasus kecelakaan lalu lintas.
Pemanfaatan data ini diharapkan akan mempercepat proses administrasi penjaminan pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS.
Adapun ruang lingkup dari perjanjian kerjasama ini adalah pemanfaatan data kecelakaan lalu lintas online dan sosialisasi Program JKN-KIS.
“Tujuan Perjanjian ini adalah meningkatkan keakuratan data kecelakaan lalu lintas dan mempercepat proses administrasi pada kejadian kecelakaan lalu lintas khususnya bagi peserta JKN-KIS,” ujar Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya A Rusady saat Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan Kepolisian RI dalam hal ini Korlantas tentang Pemanfaatan Data Online Kecelakaan Lalu Lintas Bagi Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat, di Jakarta (21/08).
Maya menjelaskan, Korlantas akan memberikan akses pada sistem online untuk data elektronik kecelakaan lalu lintas termasuk data Laporan Polisi.
Korlantas juga akan menerima pengaduan yang diduga kecelakaan lalu lintas tunggal dan/atau kecelakaan lalu lintas lainnya dari masyarakat maupun dari BPJS Kesehatan dan menerbitkan Laporan Polisi yang merupakan salah satu syarat penjaminan bagi layanan Program JKN-KIS.
Dalam perjanjian kerjasama ini, Korlantas juga siap mendukung sosialisasi Program JKN-KIS khususnya terkait dengan sosialisasi mengenai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Bagi Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara dan Setiap Orang Selain Pemberi Kerja, Pekerja dan Penerima Bantuan Iuran dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial, serta peraturan pelaksanaan lainnya terkait dengan penyelenggaraan Program JKN-KIS.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Royke Lumowa mengungkapkan apresiasinya terhadap sinergi ini. Antar sesama instansi yang melayani masyarakat, tentu fokus utama adalah memberikan kemudahan pada pelayanan publik.
Namun Royke mengingatkan agar masyarakat juga harus tertib dan taat prosedur apabila mengalami kecelakaan lalu lintas, jangan ragu ataupun takut melapor kepada pihak Kepolisian sehingga dapat diterbitkan Laporan Polisi yang dapat dipergunakan untuk penjaminan kesehatan.
“Saat ini jumlah angka kecelakaan di seluruh Indonesia mencapai 2000-an kasus per hari. Tentu mereka yang mengalami kecelakaan sebagian besar membutuhkan pelayanan kesehatan yang cepat dan pasti. Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas untuk segera melapor, membuat Laporan Polisi, sehingga akan mendapatkan manfaat atau hak yang dilindungi negara baik itu jaminan kesehatan maupun jaminan kecelakaan lalu lintas yang ditanggung oleh Jasa Raharja,” jelas Royke.
Sampai dengan 10 Agustus 2018, tercatat sebanyak 200.734.182 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta program JKN-KIS.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan kesehatan telah bekerja sama dengan 22.390 FKTP yang terdiri atas 9.884 Puskesmas, 5.058 Dokter Praktik Perorangan, 5.544 Klinik Non Rawat Inap, 676 Klinik Rawat Inap, 21 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 Dokter Gigi. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.424 RS dan Klinik Utama, 1.579 Apotik, dan 1.080 Optik. (Tim)
YOGYAKARTA - Destinasi wisata Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta merupakan salah satu destinasi yang dikunjungi oleh tim TP4K, KWT dan Pengelola HKM Lampung yang difasilitasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, selain peternakan ayam jawa super dan itik.
Perjalanan akhir Juli 2018 lalu memberikan kesan mendalam dan pembelajaran tentang pelestarian alam yang menghasilkan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berimbang.
Destinasi wisata yang berlokasi di Dusun Sukareme, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul Yogyakarta tersebut, awalnya merupakan daerah tandus tanah kering yang oleh Dinas Kehutanan Bantul diubah jadi kawasan hutan pinus dengan ditanami mahoni, akasia, kemiri dan kayu putih. Tetapi masih jadi kendala karena masalah pengawasan, sehingga pemanfaatannya kurang maksimal.
Sebagai solusinya pemerintah menggandeng masyarakat dalam pengelolaannya. Untuk memaksimalkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga pelestarian hutan, penduduk setempat diberi kesempatan untuk membuat area menjadi kawasan wisata dengan tetap mentaati ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Area hutan seluas 29 Ha itu kemudian dikelola swadaya oleh 9 kelompok masyarakat yang setiap kelompok rata-rata beranggotakan 50 sampai dengan 60 warga.
Songgo Langit misalnya, dimanfaatkan oleh kelompok dengan anggota 50 orang. Pada awalnya anggota masing-masing iuran Rp 350 ribu/orang. Setelah 2 tahun masyarakat sudah menerima pengembalian modal mereka.
Dengan harga tiket masuk yg hanya 2500 per orang, kawasan Wisata Seribu Batu Songgo Langit, Pinusan dan sekitarnya mampu menyedot banysk kunjungan wisatawan. Bukan saja hutan tetap terjaga lestari tanpa penebangan liar, tolok ukur keberhasilan juga terlihat dari penghasilan satu tahun bisa mencapai Rp 4-6 miliar. Perolejan itu 25% menjadi PAD pemerintah, 5% koperasi dan 70% ke masyarakat termasuk untuk perawatan dan pengembangan objek wisata. Selain itu masyarakat juga mendapat penghasilan tambahan dengan bekerja atau berjualan disana dan mendapat tabungan dari koperasi yang didirikan.
Saat ini mereka bisa mendapat tambahan penghasilan Rp 50 ribu/hari dengan menjaga pintu masuk atau kebersihan. Itu diluar usaha warung atau berjualan di kawasan dan hanya anggota kelompok yang boleh berjualan disana.
Destinasi Wisata Hutan Pinus Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta dapat menjadi peluang untuk bisa diterapkan di Lampung. Luas hutan pinus di Yogyakarta hanya 19.100 hektar dengan 42 kelompok masyarakat, sementara Lampung memiliki 1.004.735 hektar.
Dari total luas hutan yang dikuasai DIY, 4000 diantaranya merupakan tanaman kayu putih dari seluas itu diperoleh hasil dari minyak kayu putih sebesar Rp 8 - 9 miliar per tahun. Jika dilihat dari total luas hutan Jogja, tentu Lampung memiliki peluang yang lebih besar. Selain luas hutan yang lebih luas, keindahan alam yang dimiliki juga bisa sebagai potensi yang besar jika dikelola dengan serius dan komitmen kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sekitar, apalagi jika diiringi kiprah CSR perusahaan dan pendampingan akademisi. Tentu hasilnya akan wow. (tim)
BADAN Ekonomi Kreatif (BEKRAF) bekerjasama dengan PT Kolaborasi Ide Kreatif (Kolla Space) menyelenggarakan Coding Mum di Rumah Kreatif BUMN Lampung, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung yang dikelola oleh PT PLN (Persero).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan jumlah programmer yang ada di Indonesia khususnya di Bandar Lampung.
Banyaknya jumlah ibu rumah tangga berpendidikan tinggi namun harus mengurus anak di rumah menjadi isu yang menarik perhatian BEKRAF karena dianggap memiliki potensi yang bisa dikembangkan.
Melalui kegiatan ini BEKRAF berusaha untuk memfasilitasi ibu rumah tangga untuk mengerti dan memahami konsep pemrograman awal terutama untuk
web aplikasi.
“Dengan adanya pelatihan coding ini diharapkan bisa menggali potensi ibu rumah tangga yang tertarik untuk memanfaatkan teknologi dan informasi sehingga bisa memperoleh penghasilan tambahan walaupun tetap berada di rumah,“ ucap Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF, Abdur Rohim Boy Berawi saat acara penutupan Coding Mum, Rabu (18/7).
Boy menambahkan, kegiatan yang mulai dilaksanakan pada 2016, telah dianggap sukses dan telah meluluskan hampir 400 orang peserta. Kesuksesan coding mum di tahun-tahun sebelumnya memicu BEKRAF untuk membuat program ini tidak hanya diperuntukkan bagi ibu-ibu rumah tangga tetapi juga para buruh migran di luar negeri serta penyandang disabilitas.
Coding Mum juga merupakan bagian dari skenario besar yang dilakukan BEKRAF dalam rangka mencapai sasaran strategis dalam upaya menyerap tenaga kerja sektor ekonomi kreatif sehingga mampu mencapai target tujuh belas juta orang pelaku ekonomi kreatif di tahun 2019 mendatang.
Berdasarkan peta okupasi nasional di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang teknologi informasi masih belum
terpenuhi dalam semua lini kategori. Oleh karena itu, masih terjadi ketimpangan yang cukup signifikan antara kebutuhan bisnis dan tenaga kerjanya.
Dengan adanya pelatihan programmer ini diharapkan semakin mempercepat efek bola salju sebagai sebuah gerakan nasional untuk mengatasi kurangnya tenaga programmer di Indonesia dan meningkatkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong pertumbuhan usaha di sektor ekonomi kreatif.
Berbeda dengan kegiatan pembelajaran coding pada umumnya, penyampaian materi dalam kegiatan Coding Mum disajikan secara menarik dengan menggunakan kosakata yang lebih sederhana dan beberapa perumpamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sehingga peserta yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga bisa lebih
mudah mencerna setiap penjelasan dan arahan dari pembimbing.
Di akhir pelatihan, BEKRAF memberikan sertifikat kelulusan pada ibu rumah tangga peserta Coding Mum yang telah berhasil mengaplikasikan kemampuan coding secara mandiri.
Peserta Coding Mum yang telah lulus dan tersertifikasi bisa memanfaatkan kemampuan yang diperoleh untuk mengembangkan kegiatan bisnis di sektor ekonomi misalnya bidang kuliner, fesyen, kriya dan lainnya. Selain itu, mereka juga bisa mengisi kekurangan tenaga kerja programmer di sektor ekonomi khususnya sektor ekonomi kreatif.
Selain Lampung, kegiatan Coding Mum 2018 juga diselenggarakan di beberapa kota lainnya yaitu, Surabaya, Samarinda, Batam, Manado, Sorong, Pontianak, Lampung dan Palembang.
Sedangkan di luar negeri, kegiatan ini akan diselenggarakan di Kuala
Lumpur, Singapore, Bandar Sri Begawan, Hongkong, Shanghai dan Seoul. (rlo/ynk)
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact