PASCA terjadi Tsunami Selat Sunda dan Gelombang Pasang di wilayah Banten dan Lampung Selatan yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 lalu. Para pelaku usaha mulai dari BUMN hingga Swasta serentak bergerak cepat menyalurkan bantuan untuk para korban bencana.
Bersama Forum CSR Lampung termasuk PTPN VII yang ditunjuk oleh holding PTPN III selaku koordinator program BUMN Peduli Tanggap Bencana Tsunami Lampung, bantuan mulai didistribusikan daerah bencana, khususnya yang berlokasi di Lampung Selatan dan daerah sekitar yang berdampak parah.
Koordinator lapangan program BUMN Peduli Tanggap Bencana Tsunami Lampung Daniel Solikhin memaparkan, bantuan yang sudah disalurkan juga beragam sesuai dengan kebutuhan para korban dilokasi. Mulai dari sembako, kebutuhan balita, pakaian layak pakai, selimut, akses kesehatan obat-obatan hingga alat berat dan mobil untuk membantu evakuasi dalam proses distribusi bantuan.
Ketua Forum CSR Lampung Saptarini mengatakan, terimakasih atas sinergi tanggap darurat dari semua pihak bergerak cepat untuk para korban tsunami selat sunda.
"Dengan perannya masing - masing semoga dapat membantu saudara - saudara kita yang terkena dampak bencana dan secepatnya bisa kembali pulih khususnya untuk daerah Lampung Selatan dan sekitarnya,"harapnya.
Dari perusahaan BUMN dan Badan Negara total ada 25 perusahaan, antara lain Askrindo, Bank BNI, Bank BRI, Bank BTN, Bank Mandiri, PT Bukit Asam, HK Kontraktor, Hutama Karya JTTS, IPC II Pelabuhan Panjang, Jamkrindo, Jasa Raharja Lampung, Kimia Farma, Pegadaian, Pelni, PT Pertamina, PT Perusahaaan Gas Negara Area Lampung, PLN UID Lampung, PTPN Gruop, Semen Baturaja, PT Telkom Area Lampung, PT WIKA Kontraktor, PT WIKA Precast, PT KAI Divre IV dan BPJS Ketenagakerjaan.
Selanjutnya dari perusahaan swasta ada 17 perusahaan antara lain, PT Great Giant Pinapple, PT Nestle Indonesia Pabrik Panjang, PT Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI), IHGMA Chapter Lampung, Indofood, JNE Bandar Lampung, PT Tunas Dwipa Matra, Keong Nusantara Abadi (Wongcoco), Lambang Jaya Group, Penamart Group, RS Advent, RS Graha Husada, RSIA AMC Metro, PT Sumber Indah Perkasa, PT United Tractors, YPGL, YPS.
Rini melanjutkan, perkiraan jumlah bantuan mencapai sementara sekitar Rp 1, 2 miliar dan hingga saat ini masih dalam proses pendataan.
"Besar atau kecil bantuan tidak masalah, tapi sinergi ini juga akan jadi semangat yang saling menguatkan bersama korban dalam penanggulangan bencana, hingga sampai nanti pemulihan lebih cepat diatasi. Kita juga harus memikirkan pembangunan lokasi kembali pasca upaya tanggap darurat, agar ekonomi dan kehidupan masyarakat bisa cepat pulih," ujar Rini.
Kemudian, Ketua Pusat Studi CSR Universitas Bandar Lampung ini juga mengajak pelaku usaha lain untuk bersinergi bahu membahu membantu para korban dalam membantu pemulihan. Setelah ini perlu dipikirkan sarana dan prasarana para pengungsi dan anak-anak korban yang masih sekolah.
"Dalam realisasinya pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, perlu sinergi kerjasama semua pihak bahkan tidak hanya BUMN ataupun perusahaan besar, tetapi perusahaan kecil bahkan UKM tetap bisa ikut berkontribusi tanpa harus melihat besar kecilnya bantuan yang diberikan. Yang terpenting kita bisa saling sinergidapat terkoordinir dengan baik dan tidak jalan masing - masing sehingga distribusi bantuan lebih efektif dan tepat sasaran manfaatnya," tutup Rini(*)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact