Senin, 26 November 2018 1 komentar

Gandeng Pemkab dan Perusahaan di Pesawaran, FCL Sosialisasi LSA 2018

FORUM CSR Lampung (FCL) kembali menggelar sosisaliasi Lampung Sustainbility Award (LSA) 2018. Kali ini sosialisasi menggandeng Pemkab Pesawaran yang dihadiri oleh hampir 60 peserta dari unsur Perusahaan dan SKPD berlangsung di Begadang Resto, pada Rabu, 21 November 2018.

Ketua Forum CSR Lampung Saptarini menjelaskan, pada prinsipnya semua perusahaan sudah melakukan, hanya terkadang terbatas pada lingkaran sosial saja. Pemahaman CSR hanya kepedulian kepada masyarakat sekitar, padahal kalau bicara CSR seharusnya operasional bisnis dilakukan dengan mengintegrasikan dan memperdulikan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Sehingga benefit dari menjaga lingkungan akan kembali ke perusahaan, contohnya seperti saat perusahaan jaga lingkungan bahan baku yang masih bisa terus tercukupi hingga kedepan.

Saat perusahaan hanya perhatikan lingkungan sosial, seringkali dapat menciptakan konsumen untuk perusahaan itu sendiri. Setidaknya menambah kepercaaan konsumen terhadap produk perusahaan. Apalagi ketika perusahaan kembangkan ekonomi, benefit pasti berbalik ke perusahaan dan bisa juga membantu mengkolaborasikan program-programnya ke pemerintah.

“Inti utamanya ialah ketika perusahaan hidup di lingkungan aman, kondusif dan bahan baku cukup hingga hubungan dengan pemerintah harmonis tentu iklim bisnis dan investasi juga akan lebih kondusif,”ujar Rini. 

Perkembangannya perusahaan saat ini sudah banyak perhatikan aspek tersebut, maka Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo dan Pemerintah Provinsi Lampung sudah 2 tahun terakhir kemarin memberikan penghargaan berupa Lampung CSR Award dan tahun ini berganti menjadi Lampung Sustainability Award (LSA) 2018.

Faktor pertama berubahnya menjadi Lampung Sustainability Award ialah karena unsur memperhatikan berita belakangan ini muncul khususnya terkait lingkungan seperti, ikan dilaut habitatnya terganggu. Bahkan, sudah ada isu lingkungan internasional setiap tahun kekurangan air bersih di Afrika, dampak seluruh kota harus berhemat air bersih, padahal salah satunya merupakan kota pariwisata. Selanjutnya juga berbagai dampak umum yang terjadi akibat pemanasan global.

“Saat ini dengan perusahaan sudah mulai melakukan upaya-upaya untuk sama-sama mencegah dampak-dampak tersebut, maka diharapkan sekarang aspek keberlanjutan tidak hanya sebatas dampak yang terjadi pada lingkaran perusahaan tetapi mulai perduli dengan dampak yang terjadi diluar,”tambahnya. 

Seperti contohnya, perusahaan produksi botol dari segi produk memang tidak ada masalah dan tidak melanggar hukum, tetapi botol yang digunakan konsumen ada tanggung jawab moralnya dengan lingkungan. Maka perlu ada program keberlanjutan untuk menjaga lingkungan, seperti bersih-bersih sampah atau daur ulang limbah botol.

Faktor kedua, diubah menjadi Lampung Sustainability Award karena dampak dari pembangunan baik yang dilakukan baik yang dilakukan Pemerintah, Badan Publik dan Perusahaan semakin meluas yang dampaknya tidak hanya di daerah sekitar.

Selanjutnya dari sisi peserta, Ketua Pusat Studi CSR Universitas Bandar Lampung (UBL) ini juga menjelaskan, jika memakai istilah CSR yang ikut hanya perusahaan-perusahaan karena terbatas dengan terjemahan korporasinya. Padahal korporasi definisinya ialah Badan Hukum dan di Indonesia masih salah kaprah, maka akhirnya pakai Sustainability Award sehingga semua bisa ikut jadi peserta mulai dari badan publik, UKM dan Pemerintah.

Kemudian dengan adanya sosialisasi LSA yang digelar mendapat apresiasi dari Bupati Pesawaran Dendi Romadhona. Beliau berharap dengan adanya penghargaan dapat lebih memotivasi perusahaan untuk menjaga lingkungan dan mensinergikan program-program keberlanjutannya sesuai program yang ada dalam SDG’s (Sustainable Development Goals). (tim)

Kamis, 08 November 2018 0 komentar

Jadikan CSR Budaya Kerja, FCL Gandeng Perusahaan di Lampung Berikan Bantuan Gempa dan Tsunami Palu

FORUM CSR Lampung bersama beberapa perusahaan di Lampung, seperti PT Great Giant Pineapple (GGF) dan PT PLN (Persero) Distribusi Lampung, PT Indofood, PT Keong Nusantara Abadi (wongcoco), Danone,  PT CCAI Lampung, PT Nestle Pabrik Panjang, Universitas Bandar Lampung (UBL) dan Yayasan Perduli Generasi Lampung memberikan bantuan kepada korban Gempa dan Tsunami Palu pada Kamis, 8 November 2018.

Bantuan akan disalurkan oleh Gemantara, sebagai badan yang ditunjuk Dinas Sosial Provinsi Lampung untuk menyalurkan bantuan sosial ke daerah bencana.

Dalam penyerahan bantuan kemarin turut hadir Ketua Forum CSR Lampung Saptarini, Ida Yulisnawati selaku Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Provinsi Lampung dan perwakilan tim FCL.

Ketua Forum CSR Lampung Saptarini mengatakan, pemberian bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Palu tentu menjadi nilai lebih bagi perusahaan yang melaksanakann CSR.

"Kepedulian yang dilakukan oleh karyawan dari setiap perusahaan, ini sekaligus menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan atau CSR sudah menjadi budaya di perusahaan tersebut.  Saat tanggung jawab sosial telah dirasakan, diyakini, dan dijalankan sebagai suatu kebiasaan baik yang terus menerus dilakukan bukan hanya oleh management, namun juga diikuti oleh karyawan maka kebiasaan tersebut tentu dikatakan sudah membudaya,"jelas Rini yang juga merupakan Ketua Pusat Study CSR Universitas Bandar Lampung.

Ia melanjutkan, hal ini juga bisa menjadi salah satu indikator, CSR yang dilakukan perusahaan bukan hanya tindakan sesaat untuk mencari nama belaka.

Selanjutnya, Senior manager sustainability Great Giant Foods Arief fatullah menyampaikan, karyawan GGF telah mempunyai inisiatif untuk  menggalang kepedulian-kepedulian sosial dan lingkungan. Kali ini tidak terkecuali untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya.

Untuk kepedulian sosial, seperti saat gempa Lombok, karyawan GGF bersama Forum CSR Lampung dan Yayasan Peduli Generasi Lampung memberi bantuan bantuan dengan membangun rumah tinggal sementara untuk korban gempa.

"Tahapan untuk terus memupuk kepedulian sosial, saat ini sedang proses pembentukan GGF Volunteer Club sebagai wadah untuk karyawan yang berjiwa volunteer, nanti mereka akan terlibat dalam kegiatan-kegiatan di sosial kemasyarakatan atau program CSR," jelas Arief.

Termasuk dalam monitoring, pendampingan program dan kegiatan-kegiatan yang berkontribusi pada aspek sosial dan lingkungan, tidak menutup kemungkinan ke Social Entrepreneur secara lebih luas yang mereka bisa dilakukan selaras dengan pekerjaan atau diluar jam kerja.

Karyawan juga banyak terlibat dalam upaya bijak energi dan air, safety back to family dan di HR juga mulai ada kegiatan untuk mendorong karyawan berperilaku hidup sehat seperti ada senam prolanis, health campaign dll. Dengan itu semua, CSR diharap lebih kuat mengakar sebagai budaya keseharian manajemen, karyawan dan keluarganya. (*)

1 komentar

FCL Dorong Semua Pihak Semangat Kontribusi Dalam Ajang LSA 2018

SETELAH Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi bersama Forum Corporate Social Responsibility Lampung (FCL) menggelar rapat pada awal November lalu, Lampung CSR Award kini resmi bertransformasi menjadi Lampung Sustainability Award (LSA) yang rencananya akan dihelat pada bulan Desember mendatang.

Setelah diselenggarakan selama dua tahun berturut-turut, Gubernur Lampung kembali akan memberikan penghargaan kepada pelaku usaha dan badan publik yang telah menjalankan program  CSR atau mendukung pembangunan berkelanjutan yang dikenal dengan istilah sustainability development. 

Ditahun ketiga ini, penghargaan yang semula dinamakan Lampung CSR Award (LCA) itu bertansformasi menjadi Lampung LSA. 

"Program Sustainable Development seyogyanya bukan hanya dilakukan oleh perusahaan berskala besar, namun juga ole UKM dan bahkan badan publik bahkan lembaga pemerintah,"ujar Ketua Forum CSR Lampung Saptarini.

Rini melanjutkan, LSA diharapkan bisa memberi apresiasi untuk semua pihak yang sudah melakukan upaya-upaya untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu pembangunan yang  mampu memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi mendatang.  

"LSA tidak terbatas perusahaan saja, akan tetapi ke semua sektor secara luas. Mulai dari Badan, Lembaga, Perbankan, UMKM serta pemerintah daerah yang sudah merealisasikan program pembangunan berkelanjutan,"ujar Ketua Pusat Study CSR UBL tersebut.

Saatnya menghilangkan cara pandang sempit dan egosektoral antar lembaga pemerintah atau badan publik secara internal maupun dengan pelaku usaha dan akademisi yang sering  menyebabkan inefisiensi, inefektivitas, overlapping, serta pemborosan anggaran. Sinergi akan membuat beragam masalah bisa teratasi dengan baik. 

Salah satu kekuatan SDGs adalah mendobrak kakunya egosektoralisme (silos), mendorong kerjasama, kesalingterkaitan (interconectedness) dan menyatukannya melalui indikator terukur. Indonesia kini memiliki 319 indikator SDGs. 

Untuk mencapai setiap target indikator SDGs, rencana aksi pelaksanaan sektor terkait harus dimasukkan, dimonitor dan dievaluasi, karena itu peran akademisipun menjadi sangat penting.
Isue pemanasan global, dampak perubahan iklim membuat dunia menyadari, perlunya kolaborasi, sehingga Majelis Umum PBB menggaungkan SDGs. 

Pemerintah Indonesia merupakan salah satu negara pendukung dan untuk  menunjukkan komitmen, Presiden menerbitkan Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. 

Melalui Forum CSR Lampung, selama ini perusahaan-perusahaan di wilayah Lampung, baik swasta maupun BUMN bersinergi untuk berbagi penguatan pelaksanaan program, baik dari sisi pengetahuan dan kolaborasi program hingga memberikan dukungan kepada program pembangunan daerah.

Forum ini mensosialisasikan CSR yang sebenarnya, yang bukan hanya bicara tentang seberapa banyak dana ditebar, namun bagaimana para pelaku usaha mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi kedalam proses bisnisnya, sehingga para pemangku kepentingan mendapat manfaat optimal. 

Untuk mendukung pelaksanaan LSA, Bappeda menggelar rapat koordinasi dengan SKPD di lingkungan kerja Pemerintah Provinsi Lampung, pada siang harinya Bappeda melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha termasuk UKM dan Badan Publik yang menjalankan peran tanggung jawab sosial dan lingkungan. 

Dengan trasformasi ini diharap lingkaran apresiasi juga bisa meluas hingga ke badan hukum publik yang menyelenggarakan fungsi tanggung jawab sosial dan lingkungan, sekaligus menguatkan penerapan sinergi antar lembaga dan organisasi dengan pemerintah guna mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Lampung, untuk mendukung pencapaian Indonesia dan dunia. 

Untuk itu anggota Arbiter BANI ini juga berharap, banyak perusahaan dan UKM yang menyampaikan Laporan atau Informasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan melalui Forum CSR Lampung, bukan hanya sekedar untuk mendapat apresiasi, namun juga karena melaksanakan program tanggungjawab sosial dan lingkungan merupakan kehormatan (dignity), indikator suatu badan usaha atau badan publik dikatakan sebagai organisasi yang bertanggungjawab dan layak dipercaya. 

Dan, untuk Ketua tim penilai LSA 2018 tahun ini langsung dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD). (*)
1 komentar

BPSAB Lakukan Serah Terima Bantuan Alat dan Perlengkapan Safety

BPSAB (Badan Pengelola Sarana Air Bersih) melakukan serah terima bantuan alat dan perlengkapan safety. Hal ini sebagai penunjang sarana prasarana keluarga BPSAB di Desa Teba, Kota Agung Timur yang dilakukan bersama Bappeda, Kodim,  Aqua Danone dan mitra kerja YKWS. (*)

Rabu, 31 Oktober 2018 0 komentar

Penamart Bersama SD 1 Kupang Kota Gelar Art Activity

PENAMART Grup menggelar Art Activity Lomba Mewarnai bersama 18 siswa siswi SD 1 Kupang Kota Teluk Betung. Berlangsung di Deoni, Senin 29 Oktober 2018.

Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka program sustainability CSR Penamart Grup secara berkelanjutan dengan menggandeng sekolah - sekolah yang berada di Lampung, harapannya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi anak -  anak di bidang pendidikan sejak dini khususnya upaya dalam tingkatkan kreatifitas anak sejak dini. (*)

Minggu, 28 Oktober 2018 0 komentar

Forum CSR Dukung Kegiatan Pahawang Ecotourism 2018

PESAWARAN - Event tahunan Festival Pahawang 2018 kembali digelar ditahun ini. Dengan mengusung tema Festival Pahawang Ecotourism, Pahawang Sejuta Pesona, kegiatan yang telah rutin setiap tahun sejak 3 tahun terakhir tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekomian masyarakat melalui pariwisata tanpa mengabaikan pelestarian lingkungan.

Berbagai Event suksea dilaksanakan seperti transpalantasi terumbu karang, Tour De Wayang, Jest Ski Air, Fun Bike dan berbagai hiburan bagi para tamu undangan dan masyarakat hadir lebih dari 1700 orang.

Forum CSR Lampung yang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir aktif ikut mendukung keberlanjutan Pahawang melalui Program CSR juga aktif menggandeng perusahaan-perusahaan yang tergabung di Forum CSR Lampung.

Turut hadir Bupati Pesawaran Dendi Romadhona yang mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi partisipasi Forum CSR Lampung untuk pahawang.

Dalam festival tahun ini dukungan tersebut berasal dari berbagai perusahaan anggota Forum CSR Lampung antara lain IPC Panjang, Wongcoco, Bukit Asam, Nestle Pabrik Panjang, Danone Aqua, Coca cola Amatil Indonesia, Fajar Agung dan perhotelan.

"Apapun bentuk dukungan yang diberikan oleh perusahaan anggota Forum CSR terhadap Pahawang Ecotourism  sangat berarti dan terimakasih untuk semua Perusahaan uang ikut mendukung kegiatan ini" kata Ketua Forum CSR Lampung, Saptarini.

Diselenggarakannya event festival yg rutin digelar di Pahawang bukan hanya membantu promosi, namun juga akan menggerakkan semangat komunitas lokal untuk terus menumbuhkan kreatifitasnya untuk menjaring wisatawan dan sekaligus mengingatkan utk menjaga pelestarian lingkungan termasuk laut dan terumbu karangnya. 

Bila alam dan laut rusak maka masyarakat juga akan kehilangan sumber mata pencaharian utamanya. Pahawang masih membutuhkan banyak upaya dn dukungan untuk mewujudkan ekowisata yang sebenarnya.

Suatu objek wisata dikatakan sebagai Ekowisata atau ekoturisme jika kegiatan  pariwisata yang disuguhkan disana berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. 

Dalam mewujudkannya adalah proses yang membutuhkan perencanaan. 

"Karena itu tidak cukup hanya pemerintah dan masyarakat, namun peran akademisi juga sangat dinantikan. Pemetaan, penelitian dan pendampingan akademisi akan membantu supaya pencapaian pahawang sebagai ekowisata bisa tercapai," ujar Saptarini yg juga merupakan ketua pusat study CSR UBL tersebut. (*)


Selasa, 23 Oktober 2018 0 komentar

Penamart Gandeng TK Dewi Sartika Helat Fun Games dan Lomba Mewarnai

MASIH dalam kegiatan rutin CSR Penamart Grup kembali menggelar Lomba Mewarnai dan Fun Games, Selasa 23 Oktober 2018.

Diikuti 50 siswa - siswi dari TK Dewi Sartika. Acara berlangsung di gedung Penamart lantai 2 Jl.Soekarno Hatta, Bandar Lampung.

Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka program sustainability Penamart Grup secara berkelanjutan dengan menggandeng sekolah - sekolah yang berada di Lampung, harapannya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi anak -  anak di bidang pendidikan sejak dini khususnya upaya dalam tingkatkan kreatifitas anak sejak dini. (*)



0 komentar

CSR RS Advent Helat Sunatan Massal

RS Advent menggelar program CSR dengan bekerjasama PT Suri Tani Pemuka mengadakan pelayanan sunatan massal. Kegiatan berlangsung di desa Suka Jaya Ketibung Lampung Selatan.

0 komentar

Nestle Gelar Pelatihan Hidroponik untuk Karyawan

Pelatihan Hidroponik untuk Karyawan PT Nestle Indonesia Pabrik Panjang. Kegiatan berlangsung di salah satu rumah karyawan di perumahan Villa Citra Bandar Lampung, Minggu 20 Oktober 2018.

Jumat, 19 Oktober 2018 0 komentar

Gandeng TK Kuntum Mekar Penamart Grup Gelar Lomba Mewarnai dn Fun Games

PENAMART Grup kembali menggelar acara Lomba Mewarnai dan Fun Games.  Kali ini Penamart Grup menggandeng TK Kuntum Mekar yang berada di daerah Way Dadi Sukarame. Acara berlangsung di Gedung Penamart Jl. Soekarno Hatta, Bandar Lampung pada Jumat, 19 Oktober 2018.

Dalam acara tersebut TK Kuntum Mekar mengirim 25 siswa - siswinya untuk mengikuti lomba kompetisi mewarnai dan fun games.

Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka program sustainability Penamart Grup secara berkelanjutan dengan menggandeng sekolah - sekolah yang berada di Lampung, harapannya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi anak -  anak di bidang pendidikan sejak dini khususnya upaya dalam tingkatkan kreatifitas anak sejak dini. (*)


Kamis, 18 Oktober 2018 0 komentar

Danone Sumbangkan 200 Pohon Ke Taman Wisata Air Terjun Way Lalaan

PT Tirta Investama (Danone, Aqua) serahkan sebanyak 200 pohon pada Aksi penanaman pohon dan bersih-bersih di Taman Wisata Air Terjun Way Lalaan Tanggamus, Kamis, 18 Oktober 2018.

Corcom AQUA Michael Liemena mengungkapkan, sebanyak 200 batang tamanan yang diserahkan kepada pengelola Taman wisata Air Terjun Way Lalaan.

"Kami menyerahkan 200 tanaman kepada pengelola Air Terjun Way Lalaan. Itu jenisnya 100 batang tanaman bambu dan 100 batang tanaman buah. Kami menananm bambu karena bagus dalam menyerap air," ungkapnya. 

Menurutnya, ini Ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dari Danone Aqua dalam peduli lingkungan sekitarnya. "Kita tidak hanya sibuk berbisnis tapi juga peduli lingkungan," lanjutnya.

Selanjutnya dalam kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Bupati Tanggamus Dewi Handjani mengatakan, sangat mengapresiasi PT.Tirta Investama turut ikut dalam pelestarian lingkungan di taman Wisata Way Lalaan di Kabupaten Tanggamus.

"Kabupaten Tanggamus banyak memliki potensi dan keunggulan wisata, saya mengapresiasi daei Danone ikut melestarikan lingkungan hidup, termasuk pengembangan pariwisatanya," katanya. 

Dewi juga menghimbau kepada masyarakat agar juga ikut berperan dalam memajukan kawan wisatanya dengan menunjukkan inovasi dan trobosan terbaru guna mempromosikan Kabupaten Tanggamus.

"Saya himbau ke tiap-tiap organisasi perangkat daerah untuk berinovasi, jangan kopi paste dengan program daerah yang lain," lanjut dia. 

Dengan adanya kegiatan ini, Ia mengharapkan wisata Tanggamus bisa lebih dikenal oleh wisatawan baik lokal maupun interlokal. 

"Harapan saya destinasi wisata di Tanggamus bisa menjadi wisata yang unggul baik nasional maupun internasional," harapnya.(*)


 
;